Selasa, 02 Maret 2010

Untuk anggota comm tangan diatas /
Teguh Rayhan Santosa 27 Februari jam 20:33
Ada seorang Sahabat,bertanya kepada Rasulullah 'Wahai Rasulullah, berilah kami resep hidup bahagia,' Rasulullah menjawab. 'Antashaddaqa wa anta shahiihun syakhikhun takhsya al-fakra wa ta’muli al-ghina' artinya, Bersodaqohlah di kala kamu masih sehat, sementara hidup mu masih serba kekurangan dan kamu sendiri ingin menjadi kaya. (HR. Bukhori & Muslim).

Mengapa Rasulullah mendorong kita bershodaqoh ketika masih sehat? Sebab kenyatannya orang yang sehat itu sering tidak sadar, lupa bahwa sehat itu karunia Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Lupa diri inilah pangkal dari tindakan ceroboh, sembrono, tidak hati-hati dan tentu juga kurang produktif. Biasanya, kesadaran akan berbuat baik, termasuk bershodaqoh, baru muncul ketika kita dalam kesulitan, penderitaan atau terdesak. Begitu menyadari punya banyak dosa muncul keinginan taubat, berniat untuk memperbanyak shodaqoh sebagai ungkapan syukur, jika nanti sudah dapat jodoh, bila sudah sembuh atau bila nanti sudah jadi orang kaya baru berniat untuk berbuat baik dan bershodaqoh..

RASULLULLAH BERSABDA

Untuk anggota comm tangan diatas /
Teguh Rayhan Santosa 02 Maret jam 22:25
Rasullullah SAW bersabda : "Wahai Manusia !! Bertobatlah Kamu kepada Allah sebelum mati, segeralah Kamu beramal saleh sebelum Kamu sibuk, sambunglah hubungan dengan Tuhanmu dengan memperbanyak zikir dan memperbanyak amal sedekah dengan rahasia maupun terang-terangan. Tuhan akan memberi Kamu rezeki, pertolongan dan kemenangan". (HR Jabir RA)

Sedekah adalah penolak bala, penyubur pahala, dan melipatgandakan rezeki; sebutir benih menumbuhkan tujuh bulir, yang pada tiap-tiap bulir itu terjurai seratus biji.Artinya, Allah yang Mahakaya akan membalasnya hingga tujuh ratus kali lipat. Masya Allah!